Urban Protest Against Fuel Price Hike

Planting seeds reversing the city walls

Rabu, 11 April 2018

Bisnis 'Heroin Elektrik' Mobile Legends

Ada bisnis legit di tiap lapis olahraga virtual e-Sports. Revolusi digital memindai gaya hidup orang Indonesia. Gim online berbasis ponsel seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) merangsek pelbagai ruang. Anda jadi lebih sering melihat orang-orang bermain gim di warung-warung, kantor, hingga sekolahan. Mereka lebih terobsesi main gim daripada ngobrol, makan, atau tidur.  “Dulu waktu saya ngejar top global rank itu main gim 20 jam sehari,” ungkap Afrindo Valentino, 22 tahun, kepada reporter Tirto. Hasilnya,...

Senin, 02 April 2018

Senjakala TVRI: Dijauhi Anak Muda, Digerakkan PNS Berusia Tua

Lembaga penyiaran publik ini telah renta, kusut, gemuk, malas, dan lamban. Tampilan kelabu identik dengan Televisi Republik Indonesia. Televisi publik yang dibiayai negara itu menjadi tua, rimba masalah, dan kusut. Ia masih berisi acara seremonial pemerintah minim kritik. Ia menyajikan 60 persen tayangan berulang tanpa memproduksi konten baru.  Bahkan ada program yang mereplikasi sebuah tayangan dari stasiun televisi swasta. Roy Thaniago dari Remotivi, sebuah pusat studi media dan komunikasi berkedudukan di Jakarta, menilai langkah...

Senin, 23 Maret 2015

Jika Hukuman Mati di Indonesia Dihapuskan Oleh Pak Presiden*

Pada dasarnya setiap manusia berusaha keras menunda kematiannya. Namun ada kalanya orang lain justru yang menjemput kematian untuk diberikan pada kita. Satu hal yang melekat dalam pikiran saya mengenai kematian yang diinginkan manusia ialah Socrates. Ia dituduh merusak kaum muda Athena dan dijatuhi hukuman mati. Ia tak gentar dengan ancaman pembunuhan itu, tak ada niat melarikan diri. Waktu terakhirnya dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan teman-temannya, sembari meminum secangkir hemlock beracun dari algojo. Setelah minum racun, Socrates...

Manusia dalam Jajahan Mitos Batu Akik*

Kemarin sore ketika menunggu pesanan nasi, saya bertemu dengan seorang perempuan berkerudung. Bersama rekan lelakinya, ia tengah menunggu pesanan juga. Di kedua jari tangan kanan permpuan itu, bertengger cincin bermata batu akik hijau muda. Tanpa berpikir keras, tubuh saya meresponnya dengan bergidik keanehan. Kala itu saya tengah berada di Jogja yang terkenal sebagai kota wisata kerakyatan, lumbung seniman, dan sarang pelajar, meski yang tersembunyi di dalamnya berupa kehendak intoleran, basa-basi pledoi plagiasi poster, riuh tawuran...

Minggu, 31 Agustus 2014

ISIS dan Layunya Ilmu Pengetahuan

Banyak orang tak paham asal muasal Negara Islam Irak dan Suria (ISIS). Begitu juga saya. Saya tak terlalu yakin penyebabnya. Mungkin karena tak banyak orang berani begitu saja mempercayai sejarah. Bisa jadi, hasil pelacakan yang dikemas dalam bentuk sejarah, sengaja tak dibuat untuk membuat orang lain paham. Ada bagian yang sebenarnya paling ringkih dalam sejarah, yaitu sebuah upaya untuk menginventarisasi kubu. Semacam penjelasan yang ditujukan untuk meraih simpati. Namun disertai esensi magnetik yang di awali dengan kemarahan. Saya...

Senin, 30 Juni 2014

Cahaya

Beberapa hari yang lalu saya bertanya kepada seorang teman mengenai momen apa yang paling estetik selama dia memelihara ayam? Dengan respon cepat dia menjawab, “Ketika tangan saya terkena tai ayam.” Rentang sesaat tersebut bagi saya, ayam tak lebih dari sekedar tengah menghadiahkan cermin. Koreksi. Saya jadi teringat dengan pepatah kuno di pintu masuk Kuil Delphi, berbunyi gnothi seauton yang berati kenalilah dirimu sendiri. Sebelumnya beberapa kali teman saya tadi menegaskan, jika dirinya telah diperbudak oleh ayam-ayam peliharaannya sendiri....

Kamis, 08 Mei 2014

Sister in Danger

Sebuah lembaga dokumentasi yang didirikan untuk mengakhiri tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, Virtual Knowledge Centre, mendapati antara 20.000 sampai 50.000 perempuan diperkosa. Fenomena buruk tersebut terjadi selama perang 1992-1995 di Bosnia dan Herzegovina. Sementara itu terdapat pula sekitar 250.000 sampai 500.000 perempuan dan anak perempuan, menjadi sasaran dalam genosida tahun 1994 di Rwanda. Di tempat yang lain, Kongo atau Democratic Republic of Congo timur, setidaknya terdata 200.000 kasus kekerasan seksual. Kebanyakan...

Senin, 14 April 2014

Golput

Tenggang menuju pemilihan umum (pemilu) semakin rapat. Kemeriahan kosong itu muncul sebagaimana mayat-mayat di pemakaman tua yang dibangkitkan kembali. Karakternya tetap sama seperti yang silam. Namun kemasannya keriput dan compang-camping. Pemilu tinggallah ampas saja. Tak lebih dari sekedar mayat politik. Roh yang dianggap sebagai gagasan telah menguap entah ke mana. Banyak hal yang tiba-tiba muncul begitu saja. Masyarakat dipaksa bernostalgia pada kebisingan pemilu yang sia-sia. Mulai dari spanduk di jalur protokol dan yang dipaku di...