Urban Protest Against Fuel Price Hike

Planting seeds reversing the city walls

Combing Into Jogja

Spend the twilight alone

Carnaval Music Patrol XII Jember

Sabtu malam, sampai senin dini hari (28-29/07), Carnaval Music Patrol (CPM) merupakan sebentuk usaha untuk melestarikan kesenian tradisi yang mulai meredup eksistensinya karena tergeser oleh arus modernisasi. Kegiatan CMP XII ini, diselenggarakan kesekian kalinya, oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian Universitas Jember (UKMK UJ).

Abrasi di Bibir Papuma

Jember (13/01) dini hari beberapa teman mencari nasi menyisir warung, mereka berjalan pelan-pelan lewat belakang warung.

Berdagang di Pasar Tradisional

Para pedagang di Pasar Tanjung Jember yang memulai aktivitasnya dini hari.

Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Membaca Sejarah Dalam Perspektif Kolonial

“Tidak ada sejarah yang betul-betul objektif”
(George Junus Aditjondro)


Ketika pertama kali saya membaca halaman depan buku dengan judul asli “De Cheribonsche Onlusten van 1818, Naar Oorpronkelijke Stukken”. Catatan Van der Kemp yang telah diterjemahkan oleh B.Panjaitan. Bayangan awal yang muncul ialah saya akan membaca sebuah buku sejarah yang tersebar titik atau koma lebih dari satu di setiap kalimatnya. Sebagaimana yang selama ini saya ketahui dalam setiap buku terjemahan. Namun ketika mencoba untuk membaca, jujur saya sangat sulit dalam memahami buku ini di setiap kalimatnya. Mungkin karena bahasa asli buku ini adalah Belanda yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ditambah lagi alpanya titik atau koma yang telah saya bayangkan sebelumnya itu ternyata sama sekali tidak bekerjasama dengan pembaca demi kemudahan memahami buku ini. Alhasil setiap kalimat akan terasa panjang dan menguras nafas.

Sejarah pemberontakan petani Cirebon  yang ditulis Van der Kemp ini diterbitkan oleh YAYASAN IDAYU tahun 1979. Berawal dari penerapan sistem liberal oleh Pemerintah Belanda. Van der Kemp  mengatakan pada tahun 1816 markas “Kaum perusuh” berada di Krawang, namun ditengarai jika perlawanan yang sebenarnya berasal dari Cirebon. Keputusan pemerintah tanggal 8 Desember 1816 No.41 memerintahkan kepada Residen Cirebon, agar mewaspadai dan mencari tau latar belakang perpindahan Jabin, yang bersama 20 orang anak buahnya berpindah dari Laummalang ke Cirebon. Pada 6 Desember pemerintah kolonial berniat memperketat keamanan militer yang keras. Hal tersebut karena laporan residen yang menyatakan bahwa kerusuhan meningkat. Namun keinginan tersebut gagal dilaksanakan karena hantaman dari Inggris berupa ejekan yang dipublikasikan beberapa media di Inggris. Akan tetapi ketika Inggris meninggalkan pulau Jawa tanggal 19 Juni 1817. Pemerintah Belanda berhasil memperkeras peraturan bagi tuan-tuan partikelir.

Pada pertengahan kedua Januari kepala distrik Blandong dibunuh oleh pemberontak yang berjumlah 100 orang. Dalam laporan Residen Bogor muncullah nama-nama baru para pemberontak, Bagus Diwongso (Serit) dan Nairem. Ketika opsiner kehutanan dikirim ke Cirebon, Praudants, dan berhasil menyelamatkan diri dari para pemberontak. Sedangkan Heyden bersama 60 orang berusaha menyerang para pemberontak dengan menunggang kuda. Namun akhirnya ia mendapat serangan di pagi hari dan terbunuh. Sedangkan kapten Joseph Gerrish merasa beruntung karena ketika ditawan oleh pemberontak ia berhasil melarikan diri.  

Surat Residen Cirebon tanggal 30 Januari memberitakan pendaratan pasukan di Batavia, disamping itu mengirimkan instruksi yang penting yaitu, serangan umum ditetapkan pada tanggal 2 Februari. Namun terjadi perselisihan antara gubernur jendral dengan panglima tentara. Akibat dari perselisihan itu serangan umum yang telah direncanakan menjadi gagal. Pada 4 Februari pemberontakan dan kerusuhan di Cirebon dipadamkan oleh Letnan Borneman dan Kapten Elout. Akan tetapi hanya Kapten Elout saja yang menerima penghargaan atas jasanya. Selain itu Neirem berhasil ditangkap dan keamanan telah pulih.

Serrit mengajak tiga sultan di Cirebon agar turut serta dalam pemberontakan yang dipimpin olehnya. Mengatahui hal itu pemerintah kolonial memberi kewenangan kepada residen, untuk mengumumkan bagi siapa saja yang mampu menangkap Serrit, hidup atau mati, akan diberikan hadiah F 2.200. tanggal 8 Agustus terjadi bentrokan antara pemberontak dengan pasukan yang dipimpin Kapten Krieger. Akan tetapi Serrit, pemimpin pemberontakan mampu melarikan diri. Di luar itu, Krieger, Residen De Rider, dan sultan sepuh mengejar para pemberontak yang melarikan diri. Pada akhirnya Serrit berhasil ditangkap. Serrit dan Neirem dijatuhi hukuman mati lain halnya dengan Sapie, Lejo, Ribut yang kemudian dibuang selama tujuh tahun sembari memakai rantai. Para tahanan lainnya, 14 tahanan dikirim ke Banda, untuk bekerja seumur hidup, 7 orang ke Banyuwangi, bekerja di kebun kopi. Krieger mendapat penghargaan besar atas jasanya karena telah berhasil meredam pemberontakan di Maluku dan Cirebon.

Tidak menutup kemungkinan Sumber-sumber utama yang dipergunakan oleh Van der Kemp, ialah dari arsip negara di negeri Belanda dan di Batavia. Bisa dikatakan pula jika penulis atau peneliti mengabaikan sumber-sumber Indonesia. Bukankah sumber lokal lebih peka terhadap masalah sosial di sekitarnya? Selain itu Pemerintah Kolonial Belanda selalu ditempatkan pada domain sebagai pencerah, pendorong kemajuan, dan senantiasa melindungi kepentingan penduduk asli.

lingkup temporal dalam buku ini adalah tahun 1818. Tahun 1818 menjadi batasan watu pada buku ini karena pada tahun inilah terjadi aksi pemberontakan petani di Cirebon. Sedangkan ruang lingkup spasial dalam buku ini jelas yakni di Cirebon, sebab kasus yang menjadi objek penelitian penulis ini terjadi di daerah tersebut. Dengan kata lain, penulisan sejarah dalam pembahasan buku ini merupakan sejarah lokal.  Dengan penulisan sejarah lokal ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan pengertian dalam perkembangan sejarah nasional, sebab sejarah yang ada di tingkat nasional, harus bisa dimengerti dengan lebih baik apabila kita mengerti pula perkembangan sejarah di tingkat lokal. Selain itu bagi sejarawan modern, ruang lokal menjadi patokan sebagai batas yang nantinya akan mempermudah dalam mengintepretasikan kondisi sosial, ekonomi, dan politik.


Sejarah nasional warisan kolonial
Sejarah nasional memiliki makna yang beragam. Historiografi nasional dapat berarti penulisan sejarah yang mengkrucut pada pembangunan sebuah nasion. Bisa juga dikatakan sebagai penulisan sejarah yang dapat diterapkan kepada negara atau bangsa tertentu. Dalam artian sebuah narasi sejarah yang memicu keyakinan setiap warga negara jika masa depan negara adalah milik mereka bersama. Dalam hal ini, Van der Kemp berupaya mengikat kesadaran warga negara Belanda dengan hasil penelitian berperspektif kolonialnya. Dengan adanya narasi besar ini maka akan muncul kesadaran bersama dan hasrat yang tinggi untuk melindungi negara.

Dalam penulisan sejarah berperspektif kolonial, ada sedikit perbedaan pandangan tentang kualitas moral pemerintah kolonial dengan peranan negara. Dalam buku ini misalnya, Pemerintah kolonial Belanda dinarasikan seolah pelaku utama yang mewakili pencerahan, kemajuan, dan senantiasa melindungi kepentingan penduduk asli. Dan penyempitan cerita pun dilakukan mengenai sebab pemberontakan, bagaimana para pemberontak mengorganisir massa, upaya kekerasan yang dilakukan oleh pihak kolonial, dan sebagainya. Van der Kemp sama sekali tidak menggunakan ilmu bantu sejarah dalam menjernihkan pandangan tentang keadaan sosial, ekonomi, atau politik khususnya wilayah Cirebon.

Memang setiap orang yang menentang Belanda akan diartikan sebagai pemberontak yang bar-bar, anti rust en orde, tidak tahu terimakasih dan yang sejenisnya. Sedangkan eksploitasi dan kekejaman Belanda tidak pernah ditampilkan, malah kekejaman yang ditampilkan oleh Belanda menjadi sebuah prestasi atas jasa para pejuangnya dalam memerangi kejahatan. Sebagaimana apa yang dikatakan oleh Sartono Kartodirjo, “Tulisan mengenai sejarah indonesia oleh sejarawan Belanda atau sejarawan asing, yang sering meletakkan kekuasaan kolonial sebagai kekuatan sentral dan menyeluruh dibalik pengembang kehidupan modern dalam bentuk apapun di Nusantara.”

Jika ditinjau dari sumber-sumber yang dipergunakan oleh buku ini, sebagian besar adalah laporan-laporan dan surat resmi dari pejabat-pejabat, ketetapan pemerintah, catatan harian militer, berita-berita resmi. Memang otentisitas dokumen tidak perlu diragukan. Akan tetapi dokumen-dokumen pemerintahan itu ditulis dari sudut pandang para pejabat-pejabat kolonial. Pada akhirnya antara sudut pandang dan kecemasan pemerintah kolonial kala itu dengan pemberontakan kaum tani memiliki kuantitas yang sama.

Dari hal tersebut bisa dipahami jika sifat pokok dari historiografi kolonial ialah Eropa sentris atau pun Belanda sentris. Sepanjang peristiwa adalah serentetan aktivitas bangsa Belanda, pemerintahan kolonial, aktivitas para pegawai kompeni atau orang-orang kulit putih, berbagai hal tentang kegiatan para gubernur jenderal dalam menjalankan tugasnya di tanah jajahan. Maka dari itu, bisa dikatakan buku ini adalah sebuah sejarah warisan kolonial. Kala itu kekuasaan Pemerintah Kolonial Belanda menempati puncak hirarki sosial, ekonomi, maupun politik. Latar belakang mengenai hal ini bisa dikatakan, apabila fokus utama pembahasan adalah bangsa Belanda, bukanlah kehidupan rakyat atau kiprah bangsa Indonesia di masa penjajahan Belanda.

Pengkisahan sejarah itu jelas sebagai suatu kenyataan subyektif, karena setiap orang atau setiap generasi dapat mengarahkan sudut pandangannya terhadap apa yang telah terjadi dengan berbagai interpretasi individu. Setiap penulis berhak menyelipkan opini atau pun gagasannya mengenai sebuah peristiwa. Mungkin inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara jurnalistik dan historiografi. Sebagaimana mestinya seorang jurnalis hanya bertindak sebagai pewarta. Terlepas dari itu semua jurnalis akan melanggar kode etik jurnalisme, jika mencampuradukkan opini pribadi dalam hasil reportasenya. Oleh karena itu setiap opini pribadi dalam historiografi harus memiliki berbagai penyangga ataupun penguat pendapat itu sendiri.

Sebagaimana yang dikatakan oleh George Junus Aditjondro bahwa, “Tidak ada sejarah yang betul-betul objektif.” Bisa dikatakan jika objektifitas ialah sekumpulan subjektivitas. Yang terlebih dahulu diolah dengan berbagai kritik atau pun pertimbangan yang matang. Dalam hal ini Aditjondro berupaya mengatakan jika peringkat objektifitas ditentukan oleh seberapa besar sejarawan menekan subjektivitas. Mungkin lebih tepat bila dikatakan, bahwa objektivitas setinggi-tingginya diperoleh dengan menekan subjektivitas serendah-rendahnya. []

Minggu, 08 Mei 2011

Semangat Bisu Perdamaian Ditengah Kuasa Perang Salib*

Walaupun film ini dirilist 6 tahun yang lalu (2005), akan tetapi sangat layak untuk ditonton berulang kali. Bisa dikatakan dalam film tersebut terselip misteri karena kebenarannya masih terselimuti kesamaran. Perang antara kaum muslim dan nasrani dalam memperebutkan Yarusalem berupaya didaur ulang dalam film ini.

Di awali oleh Balian yang ingin menebus dosa istrinya dengan menempuh perjalanan ke Yarusalem. Istri Balian melakukan bunuh diri karena terlilit duka atas kematian anaknya. Bukan hanya karena itu, dia juga akan memohon pengampunan di Yarusalem atas dosanya membunuh pendeta yang telah memenggal kepala istrinya.

Balian bersama Godfrey yang mengaku sebagai ayahnya menuju Yarusalem. Di tengah perjalanan, mereka bertemu pasukan yang berniat menangkap Balian karena perbuatannya membunuh seorang pendeta. Namun Godfrey melarang penangkapan yang dilakukan oleh pasukan yang di utus uskup dari utara itu semata untuk melindungi Balian. Akhirnya pecahlah pertempuran antar keduanya, hingga mengakibatkan Godfrey teluka parah.

Kemudian mereka menuju Messina. Karena kesehatan Gordfrey yang tak kunjung membaik, dia mengangkat Balian sebagai Ksatria dan Tuan atas daerah Ibelin untuk menggantikannya. Godfrey meninggal setelah meminta Balian untuk membela sang raja dan jika raja telah tiada, Balian harus melindungi rakyat. Setelah kematian Gordfrey pergilah balian menuju Yarusalem. Sedangkan pasukan Gordfrey akan mengikutinya seminggu kemudian.

Ketika melewati laut untuk menuju Yarusalem, kapal yang ditumpangi Balian ditelan ombak. Ketika dia tersadar laut telah membawa dirinya dan puing kapal ke daratan. Balian membunuh salah satu ksatria besar di kalangan muslim yang ingin merebut kudanya.

Sesampainya di kota, dengan cepat para prajurit Godfrey mengenali Balian lewat pedang warisan ayahnya. Kemudian dia dibawa untuk menemui patner terbaik ayahnya yaitu Tiberias. Lalu esok harinya dia diajak mengikuti acara perjamuan yang dihadiri para ksatria. Dengan diantar Sibylla, dia memenuhi panggilan sang raja.
Raja Baldwin IV adalah pemimpin Yarusalem pada masa itu. Raja tersebut mempunyai hubungan fekat dengan Sibylla, adiknya. Dialah yang setia menemani keseharian Baldwin IV yang terpaksa memakai topeng untuk menutupi penyakit kustanya. Raja bercerita perihal ayah Balian yang menaruh perhatian lebih padanya. Selain itu, raja juga bercerita tentang kemenangan besarnya melawan Saladin ketika ia berumur 16 tahun. Dia mendapatkan Yarusalem sebagai hadiah dari kemenangan besar itu. Setelah itu raja memerintahkan kepada Balian agar merawat daerahnya dan melindungi kaum yang lemah di Ibelin.

Luas tanah Ibelin sekitar seratus hektar dan dihuni kaum kristen, islam, dan yahudi. Bisa dikatakan heterogenitas penganut agama dalam Iberis yang membuat semangat perdamaian tumbuh di jiwa ayahnya. Kemudian Balian ikut bekerja bersama warganya untuk menggali tanah, agar desa mereka tidak kekeringan lagi. Di saat yang sama, Reynald dan Guy membunuh rombongan kaum muslim Saracen yang mereka temui. Hal ini membuat Saladin geram dan mengirimkan pasukannya untuk menyerang Kerak (daerah kekuasaan Reynald). Raja memimpin para prajurit untuk menghadang Saladin dan menyuruh Balian untuk melindungi penduduk desa. Balian memenuhi perintah raja agar menghadang kavaleri Saracen yang dipimpin Saladin sampai raja tiba.

Selang kekalahan Balian dalam menghadang kavaleri, sang raja datang untuk berunding dengan Saladin. Raja menawarkan agar peperangan dibatalkan dan berjanji akan menghukum Reynald. Pasca penawaran raja disepakati oleh Saladin, raja menuju Kerak dan memenjarakan Reynald.

Raja Baldwin IV ingin mengekalkan perdamaian lewat perintahnya, agar Balian dan Sibylla menjalin hubungan pernikahan. Hal tersebut dilakukan agar Balian melanjutkan titah raja, sebagai penerus kebebasan memluk agama dan menjunjung tinggi rasa perdamaian. Akan tetapi perintah raja itu tidak disetujui oleh Balian. Hal itu dikarenakan dia tidak ingin menjadi penyebab hukuman mati bagi Guy.
Akhirnya Guy yang memegang kendali Yarusalem setelah kematian raja. Di awal kekuasaannya, Guy membebaskan Reynald dari penjara. Tentunya dengan permintaannya agar Reynald memberikan semangat peperangan padanya. Permintaan tersebut dilaksanakan oleh Reynald dengan membunuh kaum muslim dan menawan adik dari Saladin.
Kemarahan Saladin kembali meledak. Dia mengirim pesan lewat salah satu prajuritnya agar mengatakan pada Guy supaya lekas menyerah dan memberikan Yarusalem padanya. Lalu Guy menusuk leher pengirim pesdan itu dan mengirim kepalanya ke Damaskus sebagai bentuk ketidaksepakatannya sekaligus pernyataan perang.

Genderang perang pun akhirnya ditabuh. Guy membawa seluruh pasukan untuk berperang. Sehingga pertahanan Yarusalem menjadi lemah. Perjalanan menuju medan peperangan yang jauh dan jauh dari mata air membuat pasukan kewalahan. Bahkan satu persatu dari mereka mati sebelum berperang. Hal tersebut yang pada akhirnya membuat Saladin dengan mudahnya membunuh seluruh pasukan Guy.

Di lain pihak, Balian mencoba membentuk pertahanan di Yarusalem. Dia memimpin warga Yarusalem dalam kekosongan prajurit. Salah satu pesan dari ayahnya untuk melindungi rakyat ketika raja telah mati membuat semangatnya berkobar. Balian memerintahkan agar semua pria bersenjata ikut serta memperkuat pertahanan dengannya.

Sekian lama pertahanan Balian mampu membendung serangan Saladin. Namun tibalah saatnya Saladin ingin mengajukan kesepakatan dengan Balian. Dia sempat tidak percaya dengan tawaran Saladin untuk mengawal seluruh rakyat Yarusalem menuju tanah kaum kristen. Karena menurut Balian, kaum kristen membantai seluruh kaum muslim ketika mereka merebut tanah Yarusalem saat sang raja berumur 16 tahun. Akan tetapi Balian menyepakati perjanjian tersebut setelah Saladin memcoba meyakinkannya tidak akan membalas perbuatan kaum kristen tersebut. Diakhir cerita film ini, Saladin memenuhi janjinya dan Balian kembali menjadi pandai besi. Sebagai penutup, raja Richad dari inggris menemui Balian untuk merebut kembali Yarusalem. Akan tetapi Balian menolaknya dengan mengatakan bila dia hanyalah seorang tukang besi.

Film ini mencoba untuk menjunjung tinggi gelora humanitas. Memperkecil kemungkinan pengkotak-kotakan kubu atas nama agama tertentu. sedangkan untuk melacak keaslian sejarah yang diungkap film ini masih dirasa sulit. Hal itu dikarenakan ada banyak versi mengenai kisah perang salib dan saling bertolak belakang. Ditambah lagi terlebih dahulu melewati intepretasi sutradara terhadap sejarah tersebut. Disanalah terjadi improvisasi. Selain visaualisasi pesan agama sebagai instrumen kehendak berkuasa. Suasana agama terlihat kental, misalnya ungkapan “allahu akbar” dan di lain pihak menyerukan “god wills it”. Selain itu seperti busana dan sholat berjamaah prajurit saladin. Yang membuat film ini dirasa kurang ialah, ketika nihilnya pesan ataupun tanda akan adanya kelahiran Baldwin V yang akan menggantikan raja Yarusalem sebelumnya.[]


* Term Of Refrence diskusi film studi sejarah 2010-2011. Minggu (20/03) pukul 07.00-10.00WIB, di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Puger.

Selasa, 19 Oktober 2010

Hantu Penjemput Kematian dalam The Eye

Kematian.. lebih mirip dengan akhir aktivitas. Sesuatu yang dianggap paling menakutkan.
Seperti dalam sebuah film yang berjudul The eye ini yang menceritakan seorang wanita yang mampu melihat hantu kematian. Sosok hitam mengepul bagai asap itu menjemput calon korbanya kemudian menanti sampai sang korban menempuh ajalnya. Gadis yang mahir bermain biola itu bernama Sydney Wells (Jessica Alba).
Gadis yang menderita kerusakan kornea mata waktu masa kecilnya. Terakhir ia mampu melihat dikala umurnya lima tahun. Setelelah dewasa, aktivitas hidupnya tak terlalu berbeda jauh dengan orang kebanyakan. Pergi ke restoran, jalan-jalan, mandi, dan beberapa hal lain yang ia lakukan tanpa bantuan siapapun.
Setelah itu ia melakukan oprasi mata, disinilah semua hal menakutkan itu berawal. Perlahan ia mulai bisa melihat walaupun di awal semua terlihat buram. Pasca oprasi gadis cantik berambut pirang ini mendapat kamar yang sama dengan seorang wanita tua. Nenek tua itu biasa dipangil dengan sebutan Nyonya Hilman. Letak kasur mereka berdampingan, tak begitu jauh jaraknya. Hingga suatu malam ia mendengar suara aneh. Masih dengan penglihatan yang buram, ia melihat Nyonya Hilman di jemput oleh sosok hitam.
Terlihat samar-samar nona hilman berjalan mengikuti sosok hitam itu. Perlahan dengan muka gugup ia berjalan keluar kamarnya. Ia berupaya mengucek matanya kemudian mencoba memfokuskan pandangan matanya. Kali ini ia melihat sosok hitam yang menghilang secepat kilat. Lalu wanita tua yang tempat tidurnya bersebelahan dengan kasurnya, datang tepat dimukanya kemudian menghilang. Ketika pagi hari ia membuka matanya dari tidur, beberapa suster sedang membereskan tempat tidur nenek tua itu. Kemudian ia bertanya kemanakah nenek tua itu, dengan nada datar si suster mengabarkan kematian nenek tua itu semalam.
Pendonor yang mencoba menceritakan kisah tragis hidupnya dalam mimpi sidney. Berulang kali ia mengalami mimpi yang nyaris nyata. Itu semua membuat sidney semakin gelisah dan berupaya mencari tau siapa pemilik mata yang sekarang didonorkan untuknya.
Beragam kejadian aneh pun menderanya. Diantaranya dia menabrak roh perempuan korban kecelakaan. Anehnya sosok perempuan itu tembus ketika sidney menabraknya. Seteleh itu sidney melihat sosok wanita itu dibawa pergi oleh gumpalan asap hitam yang tubuhnya menyerupai manusia. Kejadian aneh lainya ketika ia mampu melihat kebakaran di restoran china. Dia melihat asal mula ledakan yang berasal dari kompor restoran itu. Ternyata restoran itu mengalami peristiwa kebakaran dan menelan korban lima orang. Peristiwa kebakaran itu terjadi beberapa minggu dari waktu itu.
Akhirnya sidney mengetahui jika pendonornya berasal dari meksiko. Dr. Paul Faulkner (Alessandro Nivolva) menemukan satu-satunya berkas yang sesuai dengan tanggal operasi sydney. Anna Christina Martines (Fernanda Romero) memiliki ibu yang bekerja di pabrik keramik. Disekitar rumah anna banyak Graffity di tembok yang bertuliskan “BRUJA” yang berarti penyihir. Disanalah sydney dan paul bertemu dengan ibu anna yaitu Nyonya Rose Martinez (Rachel Ticotin).
Nyonya Martinez bercerita banyak hal mengenai anna. Anna dituduh oleh warga sekitarnya sebagai pembawa kematian. Padahal menurut ibunya, anna hanya dapat melihat kematian tanpa mampu menciptakanya.
Dalam perjalanan pulang dari rumah anna. Paul dan Sydney. Berulang kali anna mencoba memanipulasi mimpi sydney. Itu semua agar sydney membantunya untuk menyelamatkan puluhan orang dari sebuah tragedi kecelakaan. Akhirnya sydney mencoba merasionalkan mimpinya agar Paul percaya. Kemudian Paul membantunya untuk menyuruh semua orang agar menjauh dari tempat yang menurut Sydney akan terjadi peristiwa kecelakaan besar itu. Mereka berdua berhasil menyelamatkan puluhan orang dari gerbang maut. Tetapi dalam kejadian itu mata sydney terkena pecahan kaca mobil.
Kemampuan melihat anna ternyata membuat sydney ketakutan. Film ini ditutup dengan permainan biola dari Sydney yang diiringi dengan group orkestra para penyandang cacat.
Film ini diracik oleh Paula Wagner, Don Granger sebagai produser. Dengan bantuan sound animation yang kesan horor dari Sunday Stevens. Dan balutan animasi visual yang sesekali mengagetkan walaupun terlihat sedikit kasar dari Erick Tignini. David Moreau serta Xavier Palud ambil bagian sebagai sutradara dalam film berdurasi 98 menit ini. Film ini adalah olahan dari cerita horor klasik Cina yang pernah difilmkan pada 2002 silam di Hongkong dengan judul Gin Gwa.

Senin, 19 April 2010

Mulan ; Jendral wanita yang rela menyumbang darahnya di medan perang


Bangsa WEI yang makmur berada di bawah ancaman kekejaman suku Rouran yang buas. Guna menghadapi ancaman itu, raja pun melaksanakan perintah wajib militer pada warganya untuk menyumbang tenaga demi membela tanah air.
Hal tersebut mengundang Titah raja bahwa keluarga petani menyumbangkan makanan, sedangkan keluarga militer wajib ikut berperang sebagai kontribusi. Ayah Mulan yang sedang menderita sakit keras dan tak mempunyai keturunan lelaki untuk mewakilinya pergi ke medan perang.
Produser mendeskripsikan Mulan sebagai wanita cantik namun tomboy. Zhao Wei yang berperan menjadi Hua Mulan nekad menyamar jadi lelaki untuk bersikeras mendaftarkan diri, untuk menggantikan ayahnya Hua Hu yang bernama asli Rongguang Yu ke medan perang guna mengabdi pada negara. Resiko ini Mulan ambil demi ayahnya walaupun dengan resiko jika rahasianya terbongkar, maka hukum penggal kepala akan segera menimpanya.
Identitas Mulan hampir saja terbuka, saat ia mandi di tengah malam. Tak disangka, di kolam tempat ia mandi ada Wentai yang diperankan oleh Chen Kun, rupanya sedang menyelam saat ia masuk ke dalam kolam. Perkelahian kecil sempat terjadi, dan Mulan lebih memilih mengalah dengan segera menyelam dan melarikan diri dari Wentai.
Namun nahas baginya, keesokan harinya terjadi pemeriksaan barang karena sabuk giok milik keponakan pangeran yang hilang. Setelah beberapa saat tidak ada yang mengaku, akhirnya komandan memerintahkan semua prajurit untuk membuka baju. Walau bukan pelaku, Mulan akhirnya terpaksa mengaku sebagi pencuri demi memendam rapat identitasnya. Ia akhirnya diseret ke dalam kamar tahanan, untuk dijatuhi hukuman mati.



Untunglah sebelum hukuman mati dilaksanakan, tentara Rouran datang menyerang. Wentai yang memiliki rasa kuat kalau Mulan adalah seorang wanita, tentunya dengan melihat tanda bekas luka ditangan Mulan berkat perkelahian denganya malam itu di kolam. Wentai yakin Mulan tidak mencuri giok itu dan Mulan pasti memiliki alasan tersendiri untuk bergabung di medan perang. kemudian ketika para perampok menyerang kerajaan mereka, Wentai segera membebaskan Mulan kemudian menyuruhnya untuk segera pergi menyelamatkan diri. Detik itulah seketika Mulan masuk ke medan pertempuran dan berhasil menyelamatkan para prajurit dari kematian dengan melumpuhkan Jendral musuh.
Karena keberanian Mulan, Kaisar memerintahkanya untuk menjadi wakil komandan. Pertempuran demi pertempuran dijalani Mulan, hingga akhirnya berhasil menjabat jenderal seiring kematian satu persatu temannya di medan perang. Hingga satu saat, Mulan mengalami kejenuhan bertarung untuk membunuh lawan. Saat itulah musuh kembali menyerbu dengan kekuatan besar.
Hingga sampailah pada perang terbuka di padang pasir yang sangat luas. Srategi Mulan rupanya meleset sehingga menyebabkan logistik, petugas medis dan semua obat-obatan tersapu angin gurun. Mulan dan pasukannya yang terluka parah terpaksa hidup dalam kehausan dan kelaparan. Dalam kondisi Mulan yang kritis, Wentai menemaninya dan memberi Mulan minuman dari darahnya sendiri. kemudian Wentai yang merupakan anak ketujuh dari Kaisar Wei mengajukan diri sebagai sandera ke pihak musuh, dengan syarat menukar dirinya dengan logistik dan pasokan tenaga medis. Di saat Wentai ditawan, diam-diam Putri Rouran jatuh hati padanya. Tak lama setelah itu, Mulan pergi menyamar ke markas musuh untuk membunuh Danyu Rouran. Demi perdamaian antara Bangsa Wei dan Rouran, kaisar memerintahkan untuk mengawinkan Wentai keturunanya dengan Putri Rouran.
Film berdurasi 115 garapan Sutradara Jingle Ma ini, mengalir bagaikan simphony dari untaian not balok yang Harmony. Walaupun sebelumnya telah ada versi animasi kartun buatan Disney, tetapi karakter Mulan yang dihadirkan Jingle Ma sebagai gadis cantik tapi tomboy memberikan kesan lebih pada film action ini. Cerita yang menggambarkan perjuangan seorang anak perempuan untuk menggantikan ayahnya ke medan perang, tentu bisa dijadikan pelajaran berharga. Pengorbanan hati Mulan untuk menukar kekasihnya dengan perdamaian akan mengalirkan suasana dramatis pada ruang tontonan anda.